Sejak Januari 2026, Karhutla Riau Hanguskan 1.041,74 Hektare

Rolia Pakpahan
Rolia Pakpahan
Diperbarui 21 Februari 2026 1 hari yang lalu
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau (Foto: Ist)
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau (Foto: Ist)

Riau, MI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus meluas. Sejak awal 2026, total area yang terbakar sudah mencapai 1.041,74 hektare.

Data tersebut dicatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau hingga Kamis (19/2/2026). Dari seluruh wilayah terdampak, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan luas kebakaran paling besar.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menyebut angka tersebut dihitung sejak 1 Januari 2026.

"Total luasan lahan terbakar mencapai 1.041,74 hektare di Riau terhitung sejak 1 Januari lalu. Dari data tersebut, Pelalawan menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan terluas," ujar Jim Gafur di Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026).

Rincian sebaran karhutla di Riau, yakni Kabupaten Pelalawan 612,30 ha, Bengkalis (201,01 ha), Inderagiri Hilir (64,70 ha), Siak (63,53 ha) Dumai (30,52 ha), serta Kampar (29,50 ha).

Kemudian, karhutla juga terjadi di Kota Pekanbaru seluas 14,08 ha, Kabupaten Kepulauan Meranti (13,14 ha), Rokan Hilir (10 ha), Kuantan Singingi (1,5 ha), dan Indragiri Hulu (1,2 ha). Hanya Kabupaten Rokan Hulu yang dilaporkan masih nihil lahan terbakar.

"Kabupaten Pelalawan mendominasi dengan lebih dari 50 persen total luasan kebakaran di seluruh provinsi," katanya.

Sepanjang 2026, pihaknya mencatat ada 1.849 titik panas yang terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari jumlah tersebut, 128 titik telah terkonfirmasi sebagai titik api.

Ia menambahkan, tim gabungan terus melakukan upaya pendinginan dan pemadaman di lapangan baik itu melalui jalur darat maupun udara. Selain itu, pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga telah melakukan upaya modifikasi cuaca dengan menyemai 6 ton garam di langit Riau.

"Pesawat telah melakukan operasi udara sebanyak 4 sortie dengan total 6.000 kg garam (NaCl) untuk upaya Teknologi Modifikasi Cuaca di wilayah Pelalawan, Bengkalis, dan Rokan Hilir," pungkasnya.

Topik:

kebakaran-hutan-dan-lahan karhutla riau