BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Target Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah Nasional

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 25 Februari 2026 22:07 WIB
PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi menggandeng Muhammadiyah untuk mengelola sistem keuangan dan likuiditas di ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ekspansi agresif ini menjadi strategi mendobrak stagnasi pangsa pasar perbankan syariah nasional yang bertahan di kisaran 7–8 persen. Dengan dukungan aset Rp72,9 triliun dan 118 outlet nasional, BSN membidik lonjakan dana pihak ketiga serta memperkuat penetrasi inklusi keuangan syariah di Indonesia. (Foto: Dok MI/BTN)
PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi menggandeng Muhammadiyah untuk mengelola sistem keuangan dan likuiditas di ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ekspansi agresif ini menjadi strategi mendobrak stagnasi pangsa pasar perbankan syariah nasional yang bertahan di kisaran 7–8 persen. Dengan dukungan aset Rp72,9 triliun dan 118 outlet nasional, BSN membidik lonjakan dana pihak ketiga serta memperkuat penetrasi inklusi keuangan syariah di Indonesia. (Foto: Dok MI/BTN)

Tangerang, MI PT Bank Syariah Nasional (BSN) tancap gas. Bank syariah hasil transformasi ini resmi masuk ke jantung ekosistem ekonomi Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar di Indonesia, sebagai bagian dari strategi agresif mendongkrak pangsa pasar perbankan syariah nasional yang selama satu dekade tertahan di kisaran 7–8 persen.

Langkah ekspansi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara manajemen BSN dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Tangerang, Banten, Selasa (24/2/2026). Kerja sama ini membuka akses bagi BSN untuk mengelola likuiditas dan sistem keuangan di ribuan titik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari sekolah, universitas, rumah sakit, hingga unit-unit bisnis warga.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menegaskan, perseroan tak lagi menunggu pasar datang, melainkan langsung masuk ke ekosistem yang telah matang dan memiliki basis massa kuat. Menurutnya, tingkat inklusi keuangan syariah yang baru menyentuh 13,41 persen menjadi alarm sekaligus peluang besar.

“Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jejaring ekonomi yang luar biasa. Ini momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata,” ujar Alex.

Dalam kerja sama ini, BSN memposisikan diri sebagai tulang punggung layanan cash management digital bagi AUM. Bank ini membidik pengelolaan dana dan sistem pembayaran terintegrasi, mulai dari payroll, virtual account, hingga integrasi QRIS di ratusan kampus dan rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Tak berhenti di level institusi, BSN juga menyasar jutaan warga persyarikatan lewat kartu debit co-branding Muhammadiyah–BSN. Seluruh layanan akan terhubung dalam aplikasi Bale Syariah by BSN, yang menyediakan akses pembiayaan perumahan syariah, pembiayaan produktif, hingga investasi cicilan emas berbasis digital.

Ekspansi ini ditopang fondasi keuangan yang diklaim semakin solid. Pasca transformasi dari proses akuisisi Bank Victoria Syariah oleh BTN Syariah, BSN mencatatkan total aset Rp72,9 triliun per Desember 2025, dengan jaringan 118 outlet nasional. Manajemen optimistis penetrasi ke ekosistem Muhammadiyah akan mendongkrak dana pihak ketiga (DPK) secara signifikan.

Alex bahkan membandingkan capaian Indonesia dengan Malaysia yang pangsa pasar perbankan syariahnya sudah menembus 40 persen. “Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Kami berkomitmen menghadirkan manfaat finansial berkelanjutan bagi keluarga besar Muhammadiyah melalui program yang terukur,” tegasnya.

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menegaskan bahwa organisasinya akan terus memperkuat peran strategis dalam penguatan ekonomi syariah nasional. Dengan jaringan amal usaha dan ratusan ribu pegawai, Muhammadiyah dinilai memiliki daya dorong besar bagi ekosistem keuangan syariah.

“Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai, tentunya Muhammadiyah harus memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air. Di antaranya melalui berbagai bentuk pembiayaan untuk revitalisasi amal usaha Muhammadiyah,” ujar Hilman.

Ia menambahkan, Pimpinan Pusat telah membentuk tim khusus untuk pengadaan perumahan subsidi dan nonsubsidi bagi warga persyarikatan, baik pegawai, karyawan, maupun aktivis Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Kolaborasi dengan BSN diharapkan menjadi mesin baru yang mempercepat konsolidasi dan kemandirian ekonomi umat.

Topik:

BSN Bank Syariah Nasional Muhammadiyah PP Muhammadiyah Ekonomi Syariah Perbankan Syariah AUM Dana Pihak Ketiga Inklusi Keuangan Bale Syariah