Penerimaan Bea dan Cukai Januari 2026 Turun 14% ke Rp22,6 Triliun
Jakarta, MI - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp22,6 triliun pada Januari 2026. Angka itu turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, seperti dikutip Selasa (24/2/2026).
"Capaian Bea dan Cukai di Januari 2026, baru setara 6,7% dari target APBN 2026, dan terutama dipengaruhi oleh penurunan penerimaan cukai dan bea keluar di awal tahun," kata dia.
Adapun rinciannya, yakni dari cukai tercatat Rp17,5 triliun, atau turun 12,4% (yoy). Penurunan cukai ini berkaitan dengan melemahnya produksi dan pembelian pita cukai pada akhir 2025.
"Meski begitu, pembelian pita cukai Januari 2026 sudah mulai meningkat dibandingkan Januari 2025," ungkap dia.
Dari sisi bea keluar, tercatat sebesar Rp1,4 triliun, anjlok 41,6% (yoy). Penurunan tajam itu dipicu oleh melemahnya harga komoditas, terutama kelapa sawit, yang menekan basis pengenaan bea keluar.
Adapun bea masuk mencapai Rp3,7 triliun, atau turun 4,4% (yoy). Penurunan dipengaruhi meningkatnya impor dengan tarif MFN 0%, pemanfaatan fasilitas FTA, serta adanya restitusi.
Dia menegaskan, pemerintah akan terus memantau dinamika penerimaan dan mendorong perbaikan kinerja seiring pemulihan aktivitas ekonomi dan pergerakan harga komoditas.
Topik:
bea-cukai penerimaan-bea-cukaiBerita Terkait
Penyegelan Gerai Tiffany & Co di Pluit, Menkeu: Bea Masuk Tidak Dibayar Penuh
23 Februari 2026 17:38 WIB
Jika Tak Berbenah, Bea Cukai Bisa Dibekukan dan Pengawasannya Dialihkan ke Swasta
23 Februari 2026 15:05 WIB
Ekonom: Pemerintah Perlu Cepat Benahi Bea Cukai Sesuai Instruksi Presiden Prabowo
23 Februari 2026 14:29 WIB
Korupsi Menggunung Terus Berulang, Ekonom: Ditjen Bea Cukai Harus Dibekukan
23 Februari 2026 13:29 WIB